Raja WILWATIKTA Ke-4

Candi NGETOS, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Garbhopatti Nama :

DYAH HAYAM WURUK (Piagam Trowulan, 1358)

 

Abhiseka Nama :

DYAH HAYAM WURUK BHATARA SRI RAJASANAGARA (Piagam O.J.O LXXXIV, bagian muka baris ke-9)

 

Raja Abhiseka Nama :

SRI TIKTAWILWA NAGARESWARA SRI RAJASANAGARA (Piagam Trowulan, 1358)

 

Raja Winisuda : 1351 (Prasasti Singhasari, 1351)

Masa Pemerintahan : 1351 – 1389 (Prasasti Singhasari, 1351; Negarakretagama dan Pararaton)

Rajakula : RAJASA Wangsa

 

Meninggal Tahun : 1389 (Pararaton)

Dicandikan di Desa Panggih, Trowulan, Jawa Timur di dekat candi ibundanya.  Juga di dharmakan di Candi NGETOS, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

 

Nama Ayah :

KERTAWARDHANA BHRE TUMAPEL

Raja Bawahan Majapahit di Singhasari / Tumapel

 

Nama Ibu :

SRI TRIBHUWANATUNGGADEWI MAHARAJASA JAYAWISNUWARDHANI

Raja / Rani Majapahit (WILWATIKTA) Ke-3

 

Nama Istri :

1. SRI PADUKA SORI DYAH INDUDEWI

2. Selir (Tidak teridentifikasi)

(Negarakretagama dan Pararaton)

 

Nama Anak :

1. DYAH KUSUMAWARDHANI (Lahir dari istri Prameswari)

2. BHRE WIRABHUMI (Lahir dari istri Selir)

 

 

Catatan :

Pada saat ibundanya : SRI TRIBHUWANATUNGGADEWI MAHARAJASA JAYAWISNUWARDHANI memangku sebagai Raja Majapahit (WILWATIKTA) Ke-3, DYAH HAYAM WURUK diangkat menjadi raja muda (ywaraja) di Jiwana / Kahuripan menggantikan kedudukan ibunya. (Piagam O.J.O LXXXIV, bagian muka baris ke-9)

Karena ibunya merasa hanya mengemban tugas kepemimpinan dari nenek beliau : SRI GAYATRI DYAH RAJAPATNI, maka pada saat nenek beliau meninggal tahun 1350, setahun kemudian 1351 ibundanya mengundurkan diri sebagai Raja Majapahit (WILWATIKTA) Ke-3 dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada beliau untuk memimpin Kerajaan Majapahit (WILWATIKTA) sebagai Raja Ke-4 dari Rajasa Wangsa.  Bertukar tempat, ibundanya kembali menjadi Rani di Kahuripan.

Pada masa pemerintahannya, Majapahit mengalami “MASA KEEMASAN”.  Dimana politik ekspansi (ekspedisi penyatuan nusantara) yang digagas oleh ibunya dapat dijalankan dengan sukses oleh Patih Amangkubumi GAJAH MADA (Luas wilayah pengaruh kerajaan dapat di lihat pada “Gambar Wilayah Kerajaan Majapahit (WILWATIKTA) Pada Masa Keemasan”).  Kerajaan Majapahit (WILWATIKTA) mendominasi wilayah Asia Tenggara yang diakui pula dalam catatan sejarah Kekaisaran China.

Pada tahun 1357 terjadi “Kecelakaan Sejarah” yang dikenal dengan “Pasundan Bubat” yang menyebabkan meninggalnya calon istri beliau : DYAH PITALOKA, akibat pertikaian antara Pasukan Kerajaan Sunda dengan Pasukan Pengawal Istana. Akibatnya Patih Amangkubumi GAJAH MADA di berhentikan sementara dari jabatannya, sehingga berita tentang perluasan wilayah tidak terdengar lagi (sebagai akibat tidak langsung kejadian ini). (Pararaton)

Menurut “KIDUNG SUNDAYANA”, SRI RAJASANAGARA kemudian sakit karena memikirkan peristiwa tersebut hingga meninggal dan Patih Amangkubumi GAJAH MADA dihukum mati.  Ternyata hal tersebut tidak benar adanya.  Beliau masih hidup, melaksanakan perkawinan dan mengeluarkan Piagam Karang Bogem, 1386 dan menurut Pararaton beliau meninggal pada tahun 1389, jadi masih hidup selama 32 tahun setelah peristiwa Pasundan Bubat.  Sedangkan Patih Amangkubumi GAJAH MADA kembali lagi ditugaskan pada tahun 1359 dan mengiring perjalanan Raja melawat ke daerah Lumajang seperti diberitakan oleh Negarakretagama.  GAJAH MADA meninggal pada tahun 1364 seperti disampaikan dalam Negarakretagama pupuh LXX-LXXII.

Setelah peristiwa Pasundan Bubat, beliau menikah dengan adik sepupunya : SRI PADUKA SORI DYAH INDUDEWI, yang merupakan putri dari bibinya (adik ibundanya) : DYAH WIYAT RAJADEWI MAHARAJASA BHRE DAHA dengan WIJAYARAJASA BHRE WENGKER. (Negarakretagama pupuh V/1 dan Pararaton)

Pada masa pemerintahannya, lahir karya sastra “Kakawin NEGARAKRETAGAMA (Desawarnana)”, 1365 yang digubah oleh Mpu PRAPANCA dan “Kitab SUTASOMA PURUSADA SANTA dan Kitab ARJUNA WIJAYA” yang digubah oleh Mpu TANTULAR.  Pada Kitab SUTASOMA tersebut tertulis sesanti“Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”, yang kemudian dijadikan semboyan negara kita “Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

One comment on “Raja WILWATIKTA Ke-4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s