Raja WILWATIKTA Ke-2

GAPURA / CANDI BAJANG RATU di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur

Garbhopatti Nama :

DYAH JAYANEGARA (Prasasti Penanggungan, 1296)

RADEN KALAGEMET (Versi Pararaton)

Abhiseka Nama :

SRI WIRALANDAGOPALA (Piagam Sidateka, 1323)

Raja Abhiseka Nama :

SRI SUNDARAPANDYADEWA ADHISWARA (Piagam Sidateka, 1323)

Raja Winisuda : 1309 (Negarakretagama)

Masa Pemerintahan : 1309 – 1328 (Negarakretagama)

Rajakula : RAJASA Wangsa

Meninggal Tahun : 1328

Dicandikan di Sila Pethak dan Bubat didirikan arca Wisnu, di Sukalila didirikan arca Budha sebagai Amogasidi (Negarakretagama pupuh XLVIII/3)

Nama Ayah :

SRI MAHARAJA KERTARAJASA JAYAWARDHANA

Raja Majapahit (WILWATIKTA) Ke-1

Nama Ibu :

SRI DARA PETHAK DYAH INDERASWARI

Catatan :

Lahir dari istri kelima SRI MAHARAJA KERTARAJASA JAYAWARDHANA yaitu : SRI DARA PETHAK DYAH INDERASWARI adalah putri dari Raja Kerajaan Dharmasraya (Swarnabhumi / Sumatera) SRIMAT TRIBHUWANARAJA MAULIAWARMADEWA yang pada saat itu dibawah kekuasaan Kerajaan Singhasari.  Beliau merupakan puteri persembahan untuk SRI KERTANEGARA (Raja Singhasari) yang datang bersama Pasukan Ekspedisi PAMALAYU Singhasari tahun 1293.

JAYANEGARA diangkat anak oleh SRI PRAMESWARI DYAH TRIBHUWANA dan diangkat menjadi raja muda (ywaraja) di Daha / Kediri (daerah kekuasaan ibu angkatnya : SRI PRAMESWARI DYAH TRIBHUWANA adalah Bhre Daha pada masa Kerajaan Singhasari) : Sri Jayanagara Dahanapura pratisthitamita balawirya. Baru kemudian diangkat sebagai Putra Mahkota dan menjadi Raja Majapahit (WILWATIKTA) Ke-2 (Prasasti Kertarajasa, 1305 Lempengan ke-5 baris ke-4; Prasasti Sukamerta dan Pararaton).

Meninggal dunia pada tahun 1328 sebelum menikah dan dikarunia keturunan dibunuh oleh Dharmaputra Mpu TANCA. Nama KALAGEMET dalam Pararaton bukanlah nama sebenarnya, tetapi lebih kepada nama sindiran (KALA = Sumber bencana dan GEMET = Gamoh = Rapuh).  Tingkah laku beliau dianggap kurang semestinya dan pada saat masa pemerintahannya banyak sekali pemberontakan, diantaranya : NAMBI dan KUTI (Negarakretagama dan Pararaton).

Ada sejarahwan yang mempercayai, bahwa sebagian abu jenazahnya di candikan di Candi BAJANG RATU – Trowulan.  Karena beliau meninggal sebelum diangkat sumpahnya sebagai Pamengku WILWATIKTA (Raja Pusat yang berkuasa penuh atas Raja-raja bawahan yang sebenarnya para keluarganya sendiri), maka belum dianggap resmi sebagai raja di Majapahit (WILWATIKTA).  Sebab itu nama candinya adalah BAJANG RATU = Ratu yang Gagal diwisuda.

Iklan

One comment on “Raja WILWATIKTA Ke-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s