3 comments on “Arca Profil Istri Pemimpin Adat, Batak Toba

  1. Mejan itu bukan “Batak Toba” min,tapi PAKPAK
    terimakasih
    peninggalan leluhur pakpak yang dapat kita jumpai hingga sekarang.mejan pada dasarnya tidak dapat kita jumpai dibilayah batak toba.
    Mejan merupakan salah satu simbol kebanggaan dan kemasyuran Suku Pakpak yang diukir oleh para nenek moyang terdahulu skitar ratusan tahun silam. Dahulu kala, Mejan-Mejan tersebut diyakini mengandung unsur mistik dan mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk menghalau bala, roh-roh jaha, niat-niat jahat tertentu yang ingin mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
    (melalu sumber yang saya baca serta langsung bercerita kepada tokoh masyarakat)

  2. Menurut hasil penelitian para arkeolog yang pernah melakukan riset di daerah Pakpak Bharat, keberadaan mejan tidak terlepas dari pengaruh ajaran Hindu yang juga identik dengan budaya patungnya. Bentuk patung seperti gajah dan angsa adalah hasil kontak mereka dengan para pendatang dari India. Pasalnya, jenis hewan-hewan itu bukanlah endemik Pakpak.

    Misalnya, bentuk-bentuk seperti patung angsa yang berfungsi sebagai tutup batu pertulenan (penyimpanan abu jenazah) sebenarnya tidak lain adalah hasil interpretasi Pakpak terhadap ikonografi Hindu yang dikawinkan dengan bentuk mejan yang telah ada sebelumnya, sebagai suatu simbol kendaraan/wahana arwah.

    Walaupun daerah Pakpak berada di gugusan Pegunungan Bukit Barisan, namun lembah-lembah beserta aliran sungainya memegang peranan penting bagi terciptanya komunikasi antara daerah pesisir dengan daerah pedalaman. Di samping itu, gugusan pegunungan, lembah-lembah, dan sungai-sungai yang ada juga ikut menciptakan jaringan perdagangan antara daerah pesisir dan pedalaman.

    Dunia niaga antara kawasan Singkil dan Barus dengan Pakpak Landen (Tanah Pakpak) banyak ditentukan oleh jalur niaga yang melalui gugusan pegunungan, lembah-lembah, dan sungai-sungai di daerah tersebut.

    Di sanalah dulu peradaban berkembang lebih awal ketika wilayah timur masih jadi hutan belantara, atau bahkan Kota Medan belum tiada. Namun sejarah ini sering diabaikan sehingga orang-orang Pakpak, pesisir barat, sering dianggap sebagai kawasan primitif dan ketinggalan. Inilah fakta yang sangat menyedihkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s